Ucu Suryadi

Sistem Operasi Jaringan Debian

without comments

Sistem Operasi Jaringan Debian

Debian adalah salah satu distribusi Linux yang paling terkenal dan stabil. Dikenal dengan kestabilan, keamanan, dan manajemen paket yang efisien, Debian digunakan oleh banyak server di seluruh dunia. Debian merupakan proyek komunitas open-source yang dikembangkan oleh para sukarelawan dari berbagai belahan dunia.

 

Fungsi Debian

Server: Debian sering digunakan sebagai sistem operasi untuk server web, database, dan aplikasi.

Desktop: Dengan berbagai lingkungan desktop yang tersedia, Debian juga cocok untuk penggunaan desktop sehari-hari.

Pengembangan: Debian menyediakan berbagai alat dan pustaka yang diperlukan untuk pengembangan perangkat lunak.

Embedded Systems: Debian dapat digunakan pada perangkat embedded seperti router dan perangkat IoT.

Sejarah Singkat dan Versi Debian

Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdock pada tahun 1993. Nama “Debian” diambil dari gabungan nama Ian dan pacarnya saat itu, Debra. Berikut adalah beberapa versi utama Debian:

  1. Debian 1.1 (Buzz) – Rilis pertama yang stabil pada 1996.
  2. Debian 2.1 (Slink) – Dirilis pada 1999.
  3. Debian 3.0 (Woody) – Dirilis pada 2002.
  4. Debian 4.0 (Etch) – Dirilis pada 2007.
  5. Debian 5.0 (Lenny) – Dirilis pada 2009.
  6. Debian 6.0 (Squeeze) – Dirilis pada 2011.
  7. Debian 7.0 (Wheezy) – Dirilis pada 2013.
  8. Debian 8.0 (Jessie) – Dirilis pada 2015.
  9. Debian 9.0 (Stretch) – Dirilis pada 2017.
  10. Debian 10.0 (Buster) – Dirilis pada 2019.
  11. Debian 11.0 (Bullseye) – Dirilis pada 2021.
  12. Debian 12.0 (Bookworm) – Dirilis pada 2023.

Kelebihan Debian

Stabilitas: Debian dikenal karena stabilitasnya yang tinggi, sehingga sering digunakan pada server produksi.

Keamanan: Pembaruan keamanan yang cepat dan manajemen paket yang baik menjadikan Debian sebagai pilihan yang aman.

Komunitas: Komunitas yang besar dan aktif menyediakan dukungan dan dokumentasi yang luas.

Manajemen Paket: Sistem manajemen paket yang kuat dengan APT (Advanced Package Tool) memudahkan instalasi dan pemeliharaan perangkat lunak.

Ketersediaan: Tersedia untuk berbagai arsitektur perangkat keras, termasuk x86, ARM, dan lainnya.

Kelebihan Debian Dibandingkan Sistem Operasi Lain

Gratis dan Open-Source: Debian adalah 100% gratis dan berbasis open-source, berbeda dengan beberapa sistem operasi lain yang memerlukan lisensi berbayar.

Kompatibilitas: Mendukung banyak arsitektur dan perangkat keras, lebih banyak dibandingkan beberapa distribusi Linux lainnya.

Stabilitas Jangka Panjang: Siklus rilis yang lebih panjang dan fokus pada stabilitas membuat Debian ideal untuk server dan sistem yang memerlukan uptime tinggi.

Paket Software yang Luas: Repositori Debian memiliki lebih dari 50.000 paket perangkat lunak, menyediakan berbagai aplikasi yang siap digunakan.

Cara Mendapatkan Debian

Download dari Situs Resmi:

  • Kunjungi situs resmi Debian di [debian.org](https://www.debian.org).
  • Pilih versi Debian yang diinginkan dan unduh file ISO.

Menggunakan Torrent:

  • Unduh file torrent dari situs resmi Debian dan gunakan aplikasi torrent untuk mengunduh file ISO.

Pembelian Media Fisik:

  • Beberapa penyedia layanan menjual CD/DVD atau USB berisi installer Debian.

Instalasi melalui Netinstall:

  • Unduh versi netinstall yang lebih kecil dan instalasi akan mengunduh paket-paket yang diperlukan dari internet selama proses instalasi.

 

Lembar Kerja Siswa

https://forms.gle/LWsu5E2T8Rtx6YWQ9

 

 

Written by Ucu Suryadi

July 25th, 2024 at 9:00 am

Posted in Debian,TKJ,XI-TKJ

Proses Bisnis dalam Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi

without comments

Proses bisnis adalah serangkaian kegiatan atau tugas yang saling terkait yang dilakukan untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Proses bisnis menggambarkan bagaimana pekerjaan disusun dan dikelola untuk menghasilkan produk atau layanan yang bernilai bagi pelanggan. Proses ini melibatkan berbagai elemen dalam organisasi termasuk manusia, teknologi, dan informasi.

Proses bisnis dapat dibagi menjadi tiga jenis utama:

  1. Proses Manajemen: Proses yang mengendalikan operasi sistem, seperti manajemen strategis dan manajemen operasional.
  2. Proses Operasional: Proses inti yang menciptakan nilai bagi pelanggan, seperti produksi dan penjualan.
  3. Proses Pendukung: Proses yang mendukung proses inti, seperti akuntansi dan manajemen sumber daya manusia.

Komponen Utama dari Proses Bisnis

Proses bisnis terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan organisasi. Komponen-komponen ini adalah:

1.Input: Sumber daya yang dibutuhkan untuk memulai proses bisnis. Ini bisa berupa informasi, bahan baku, atau tenaga kerja.

  1. Aktivitas atau Tugas: Langkah-langkah atau tindakan yang diambil untuk mengubah input menjadi output. Setiap aktivitas memiliki tujuan dan peran tertentu dalam proses.
  2. Output: Produk atau layanan yang dihasilkan dari proses bisnis. Output ini harus memberikan nilai kepada pelanggan atau pemangku kepentingan.
  3. Sumber Daya: Alat, teknologi, dan tenaga kerja yang digunakan dalam proses bisnis untuk menyelesaikan aktivitas.
  4. Kontrol dan Umpan Balik: Mekanisme yang digunakan untuk memantau dan mengukur kinerja proses, serta membuat penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan proses berjalan dengan efisien.

Pentingnya Proses Bisnis dalam Organisasi

Proses bisnis memiliki peran penting dalam organisasi karena berbagai alasan berikut:

 

  1. Efisiensi Operasional: Proses bisnis yang terstruktur dengan baik membantu mengurangi pemborosan waktu dan sumber daya, sehingga meningkatkan efisiensi operasional.
  2. Konsistensi dan Kualitas: Dengan mengikuti proses yang terstandarisasi, organisasi dapat memastikan bahwa produk atau layanan yang dihasilkan konsisten dan berkualitas tinggi.
  3. Fleksibilitas dan Adaptabilitas: Proses bisnis yang terdokumentasi dengan baik memudahkan organisasi untuk menyesuaikan dan memperbaiki proses seiring dengan perubahan kebutuhan bisnis atau pasar.
  4. Transparansi: Proses yang jelas dan terdokumentasi meningkatkan transparansi dalam organisasi, membantu semua anggota tim memahami peran dan tanggung jawab mereka.
  5. Peningkatan Layanan Pelanggan: Dengan proses yang efektif, organisasi dapat memberikan layanan yang lebih cepat dan lebih responsif kepada pelanggan, meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
  6. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik: Data yang dihasilkan dari proses bisnis memberikan wawasan yang dapat digunakan manajemen untuk membuat keputusan yang lebih baik dan lebih informatif.

 

Dengan memahami dan mengelola proses bisnis dengan baik, organisasi dapat mencapai keunggulan kompetitif dan memastikan pertumbuhan jangka panjang.

Lampiran Pembelajaran:

Pengantar Proses Bisnis

Studi Kasus Proses Bisnis

Aktivitas Siswa Proses Bisnis

Laporan Wawancara Proses Bisnis Kantin Sekolah

https://forms.gle/aGAzYETYirqhXXRaA

Lembar Kerja Siswa

https://forms.gle/et5spNcG4AF9AyNVA

 

Written by Ucu Suryadi

July 23rd, 2024 at 6:27 pm

Membuat User SFTP Di Debian 11

without comments

Membuat user SFTP (SSH File Transfer Protocol) di Debian 11.

Langkah 1 – Membuat User

$ sudo useradd --shell /bin/false sftpakses

Langkah 2 – Membuat direktori

$ sudo mkdir -p /var/sftp/berkas
$ sudo chown root:root /var/sftp
$ sudo chmod 755 /var/sftp
$ sudo chown sftpakses:sftpakses /var/sftp/berkas

Langkah 3 – Konfigurasi sshd untuk SFTP

$ sudo nano /ets/ssh/sshd_config

Tambahkan konfigurasi berikut

# override default of no subsystems
Subsystem sftp internal-sftp

Match User sftpakses
    ForceCommand internal-sftp
    PasswordAuthentication yes
    ChrootDirectory /var/sftp
    PermitTunnel no
    AllowAgentForwarding no
    AllowTcpForwarding no
    X11Forwarding no

Restart service

$ sudo systemctl restart ssh

Langkah 4 – Konek ke SFTP

Gunakan aplikasi seperti Filezilla atau WinSCP untuk konek ke SFTP server.

 

Written by Ucu Suryadi

August 31st, 2023 at 3:42 pm

Posted in Debian

Menghapus Certbot SSL Certificate

without comments

Perintah berikut akan  menghapus sertifikat SSL Certbot.

#periksa daftar sertifikat
certbot certificates
#hapus sertikat
certbot delete --cert-name domain.com

 

Written by Ucu Suryadi

June 20th, 2021 at 9:38 am

Posted in nginx

Incorrect date value: ‘0000-00-00’ for column MySQL

without comments

Saat mendapatkan error berikut:

ERROR 1067 (42000): Invalid default value for 'column_name'

dan

ERROR 1292 - Incorrect date value: '0000-00-00'

Simple-nya, berikan perintah berikut:

SET sql_mode = '';

atau

SET GLOBAL sql_mode = '';

 

Written by Ucu Suryadi

November 17th, 2020 at 9:22 pm

Posted in MySQL

Mysql error query GROUP BY

without comments

Error query yang di dapat seperti berikut:

Expression #1 of SELECT list is not in GROUP BY clause and contains nonaggregated column 'yourtable' which is not functionally dependent on columns in GROUP BY clause; this is incompatible with sql_mode=only_full_group_by

Solusi simplenya, cemplungin kode berikut di perintah sql

SET GLOBAL sql_mode=(SELECT REPLACE(@@sql_mode,'ONLY_FULL_GROUP_BY',''));

Solusi tersebut tanpa perlu me-restart si server.

Written by Ucu Suryadi

November 14th, 2020 at 1:20 pm

Posted in MySQL

Menambahkan Subdomain Let’s Encrypt di Nginx

without comments

Diasumsikan domain utama sudah HTTPS menggunakan Let’s Encrypt. Lakukan penambahan subdomain dengan perintah berikut:

certbot --nginx -d saksana.my.id,wira.saksana.my.id,anggini.saksana.my.id,luhmintari.saksana.my.id --expand

 

Written by Ucu Suryadi

December 19th, 2019 at 10:38 am

Posted in nginx

Renewal Sertifikat Lets Encrypt di Nginx

without comments

Dengan menggunakan klien Certbot lakukan renewal sertifikat per domain seperti berikut:

certbot renew --cert-name saksana.my.id --nginx

Bisa juga dengan perintah:

certbot renew --dry-run

Kenapa tidak auto-renew menggunakan cron?

Ada script konfigurasi virtual host nginx yang tidak dikenali sehingga menyebabkan error, script tersebut:

sub_filter 'http://saksana.my.id' 'https://saksana.my.id'; 
sub_filter_once off;

Pada saat melakukan renewal, kedua script tersebut di-commenting terlebih dahulu.

Written by Ucu Suryadi

December 19th, 2019 at 10:26 am

Posted in nginx

Mengarahkan Subdomain ke IP Address Lokal di NGINX

without comments

Hal ini diperlukan ketika ingin mengakses aplikasi lokal melalui subdomain publik. Aplikasi lokal sudah diberi NAT IP Public oleh router Mikrotik, disini hanya tinggal mengarahkan subdomain yang dibuat ke IP Public tersebut.

Langkah Pertama

Membuat subdomain yang dimaksud di DNS server dalam hal ini menggunakan Bind.

Langkah Kedua

Konfigurasi subdomain tersebut di site-available nginx

vi /etc/nginx/site-available/subdomain

Isi konfigurasi kira-kira seperti berikut (konfigurasi tanpa HTTPS):

server {
        listen 80;
        server_name wira.saksana.my.id;
        server_name_in_redirect off;

        access_log /var/log/nginx/wirasaksana_access.log;
        error_log /var/log/nginx/wirasaksana_error.log;

        location / {
                proxy_pass http://ipaddress:port;
                proxy_set_header Host $host;
                proxy_set_header X-Real-IP $remote_addr;
                proxy_set_header X-Forwarded-For $proxy_add_x_forwarded_for;
                proxy_set_header X-Forwarded-Proto $scheme;
        }

        location ~ \.php$ {
        try_files $uri = 404;
            #fastcgi_pass  127.0.0.1:9000;
            #fastcgi_pass unix:/tmp/php5-fpm.sock;
            fastcgi_pass unix:/run/php/php5.6-fpm.sock;
            fastcgi_index index.php;
            include fastcgi_params;
            #fastcgi_param SCRIPT_FILENAME $document_root$fastcgi_script_name;
            #include /etc/nginx/fastcgi.conf;
        }

        # deny access to .htaccess files
        location ~ /\.ht {
                deny        all;
            }

}

Langkah Ketiga

Buat simbolik link dari site-available ke site-enabled nginx

ln -s /etc/nginx/site-available/subdomain /etc/nginx/site-enabled/subdomain

Langkah keempat

Reload nginx

service nginx reload

 

 

Written by Ucu Suryadi

October 19th, 2019 at 10:54 am

Posted in nginx

Upgrade Moodle 2.6.1 ke 2.7 ke 3.3 Menggunakan Git di Ubuntu

without comments

Git diinstall di Ubuntu Server 14.04.

Panduan orisinilnya bisa ditemukkan disini

Konon katanya, Moodle 2.6.1 tidak bisa langsung upgrade ke Moodle 3.3, harus melalaui versi 2.7 dulu. Pastikan semuanya sudah dibackup, berkas-berkas yang ada di hosting serta berkas database. Rubah mode website moodle menjadi maintenance mode.

Buat direktori .git di sebuah tempat misalnya di /home degan perintah

git clone git://git.moodle.org/moodle.git

Masuk ke direktori moodle yang baru dibuat serta sesuaikan dengan versi moodle yang kita miliki

cd moodle git checkout MOODLE_26_STABLE

Selanjutnya, pergi ke repository moodle yang ada di github dan lihat commit number dari versi moodle yang kita miliki. Versi 2.6.1 memiliki nomor 0e088ae. Berikan perintah

git reset 0e088ae

Selesai? Kopikan hanya direktori .git saja ke direktori dimana moodle saat ini diinstall

cp -r .git/ /var/www/moodle/

Masuk ke direktori moodle aktif kita, lalu berikan perintah berikut untuk upgrade ke versi 2.7 stable

git checkout MOODLE_27_STABLE

Hasilnya kira-kira seperti berikut:

Branch MOODLE_27_STABLE set up to track remote branch MOODLE_27_STABLE from origin. Switched to a new branch 'MOODLE_27_STABLE'

Jika ada error, coba berikan perintah

git stash

Lalu ulangi perintah git chekoutnya.

Login ke website sebagai administrator dan ikuti langkah-langkah upgrade sesuai yang ditampilkan. Pastikan semua proses upgrade terlewati sampai muncul versi baru 2.7.20 diwebsite kita.

Saatnya upgrade ke 3.3

Berikan perintah berikut di dalam direktori moodle kita

git branch --track MOODLE_33_STABLE origin/MOODLE_33_STABLE

Akan muncul status berikut

Branch MOODLE_33_STABLE set up to track remote branch MOODLE_33_STABLE from origin.

Lalu berikan perintah

git checkout MOODLE_33_STABLE

Muncul status berikut

Switched to branch 'MOODLE_33_STABLE'
Your branch is up-to-date with 'origin/MOODLE_33_STABLE'.

Login kembali ke website sebagai administrator dan ikuti langkah-langkah upgradenya.

Kita bisa melanjutkan untuk upgrade moodlenya sampai ke versi terakhir

 

Written by Ucu Suryadi

December 4th, 2018 at 3:41 pm

Posted in E-Learning