Author Archive
Install Webmin
wget -qO - http://www.webmin.com/jcameron-key.asc | apt-key add -
sh -c 'echo "deb http://download.webmin.com/download/repository sarge contrib" > /etc/apt/sources.list.d/webmin.list'
apt update
apt install webmin -y
Database Server
Database Server adalah sebuah sistem atau perangkat lunak yang bertugas untuk menyimpan, mengelola, dan menyediakan akses data kepada pengguna atau aplikasi lain melalui jaringan. Database server berfungsi sebagai pusat penyimpanan data yang terorganisir, sehingga memudahkan pengguna untuk melakukan operasi seperti penyimpanan, pengambilan, pembaruan, dan penghapusan data.
Database server terdiri dari dua komponen utama:
- Database Management System (DBMS):Perangkat lunak yang mengelola database, contohnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, dll.
- Database itu sendiri:Kumpulan data yang terstruktur dan terorganisir.
Contoh penggunaan database server dalam kehidupan sehari-hari:
- Sistem informasi sekolah (data siswa, guru, nilai).
- Aplikasi e-commerce (data produk, pelanggan, transaksi).
- Sistem perbankan (data nasabah, transaksi keuangan).
Lampiran Materi Database Server ASJ Kelas XI-TKJ:
SAS Praktek ASJ Kelas XI TKJ
Panduan SAS Praktek ASJ kelas XI-TKJ
SAS Praktek DDKTKJ
Membuat CV Sederhana dengan HTML dan CSS
Membuat CV sederhana menggunakan HTML dan CSS untuk kelas ekskul coding SMK Mahadhika 4. Silahkan ikuti dan salin ke dalam dokumen scrimba masing-masing.
Digital Marketing
Digital Marketing, materi pembekalan paska PKL Kelas XII SMK Mahadhika 4 pada Selasa, 5 November 2024
Lampiran:
Web Server
Web server adalah perangkat lunak yang menerima permintaan (request) dari pengguna melalui browser, memprosesnya, dan mengirimkan kembali hasil dalam bentuk halaman web. Web server mengelola komunikasi antara client (browser) dan server (sistem yang menyediakan layanan web).
Web server adalah komponen penting dalam dunia internet yang memungkinkan website diakses oleh pengguna dari berbagai tempat. Setiap kali kita mengunjungi sebuah website, proses pengambilan data dilakukan oleh web server. Dalam pembelajaran ini, kita akan mempelajari bagaimana web server bekerja, apa saja jenis web server yang banyak digunakan, serta cara menginstal dan mengonfigurasinya.
Lampiran
Instalasi dan Konfigurasi DNS Bind
Instalasi dan konfigurasi DNS BIND di dalam sistem operasi Debian 11
Pengertian DNS
DNS (Domain Name System) adalah sistem yang digunakan untuk menerjemahkan nama domain seperti www.contoh.com menjadi alamat IP (Internet Protocol) seperti 192.168.1.1 yang dapat dibaca oleh komputer. DNS memungkinkan pengguna mengakses situs web atau layanan online dengan menggunakan nama domain yang mudah diingat, tanpa harus menghafal alamat IP.
Fungsi dan Manfaat DNS
- Mempermudah Akses ke Internet:
Pengguna tidak perlu mengingat alamat IP, cukup menggunakan nama domain.
- Menyederhanakan Pengelolaan Jaringan:
DNS mempermudah pengelolaan jaringan besar dengan menyediakan sistem terpusat untuk mengelola nama domain dan alamat IP.
- Mengurangi Beban Server:
DNS memungkinkan penyebaran beban ke berbagai server melalui penggunaan berbagai record seperti CNAME dan MX.
- Fleksibilitas dalam Perubahan Alamat IP:
Jika alamat IP sebuah server berubah, DNS dapat diperbarui tanpa mengganggu pengguna akhir.
Cara Kerja DNS
- Permintaan DNS:
Ketika pengguna memasukkan nama domain ke browser, permintaan dikirim ke server DNS lokal (resolver).
- Pencarian di Cache:
Resolver akan memeriksa cache lokal untuk menemukan alamat IP yang sesuai. Jika tidak ditemukan, permintaan akan diteruskan.
- Permintaan ke Root DNS:
Jika alamat tidak ada di cache, permintaan akan dikirim ke server root DNS untuk menemukan DNS server yang berwenang untuk domain tingkat atas (.com, .org, dll.).
- Pencarian di Server DNS TLD:
Setelah mendapat petunjuk dari root server, resolver menghubungi server DNS untuk Top Level Domain (TLD) yang sesuai, yang kemudian memberikan informasi tentang DNS server otoritatif.
- Pencarian di Server Otoritatif:
Server otoritatif memberikan alamat IP yang sesuai dengan nama domain tersebut.
- Mengembalikan Alamat IP:
Resolver mengembalikan alamat IP ke pengguna, dan browser menggunakan alamat IP tersebut untuk mengakses situs.
Jenis-Jenis DNS Record
- A (Address Record):
Menyimpan alamat IP untuk sebuah nama domain (IPv4).
- AAAA (IPv6 Address Record):
Menyimpan alamat IP versi 6 untuk sebuah nama domain.
- CNAME (Canonical Name Record):
Mengarahkan satu domain ke domain lain.
- MX (Mail Exchange Record):
Menentukan server yang menangani email untuk domain tersebut.
- NS (Name Server Record):
Menunjukkan server DNS yang berwenang untuk domain tersebut.
- PTR (Pointer Record):
Melakukan reverse DNS lookup, menghubungkan alamat IP ke nama domain.
- TXT (Text Record):
Menyimpan data teks, biasanya untuk verifikasi domain atau SPF record.
Lampiran
Perintah Dasar Linux
Perintah dasar Linux umumnya digunakan untuk melakukan manajemen dasar pada sistem operasi berbasis Linux seperti Debian. Perintah-perintah ini biasanya digunakan untuk:
- Manajemen dan navigasi direktori
- manajemen dan navigasi file
Contoh dari perintah-perintah tersebut antara lain
- pwd [print working direktori] digunakan untuk melihat posisi direktori kita berada
- mkdir [make directory] digunakan untuk membuat direktori baru
- rmdir nama_direktori[remove directory] digunakan untuk menghapus direktori kosong
- rm -rf nama_direktori digunakan untuk menghapus direktori beserta isinya
Lampiran
Instalasi Sistem Operasi Debian 11
Instalasi Sistem Operasi Debian 11 secara virtual menggunakan VMWare Workstation. Modul praktikum ini digunakan untuk pelaksanaaan praktek mata pelajaran Administras Sistem Jaringan Fase F kelas XI-TKJ SMK Mahadhika 4 Jakarta.
Lampiran: