Ucu Suryadi

Archive for the ‘Debian’ Category

Install Webmin

without comments

wget -qO - http://www.webmin.com/jcameron-key.asc | apt-key add -
sh -c 'echo "deb http://download.webmin.com/download/repository sarge contrib" > /etc/apt/sources.list.d/webmin.list'
apt update
apt install webmin -y

 

 

Written by Ucu Suryadi

May 14th, 2025 at 10:18 am

Posted in Debian,TKJ,XI-TKJ

Database Server

without comments

Database Server adalah sebuah sistem atau perangkat lunak yang bertugas untuk menyimpan, mengelola, dan menyediakan akses data kepada pengguna atau aplikasi lain melalui jaringan. Database server berfungsi sebagai pusat penyimpanan data yang terorganisir, sehingga memudahkan pengguna untuk melakukan operasi seperti penyimpanan, pengambilan, pembaruan, dan penghapusan data.

Database server terdiri dari dua komponen utama:

  • Database Management System (DBMS):Perangkat lunak yang mengelola database, contohnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, dll.
  • Database itu sendiri:Kumpulan data yang terstruktur dan terorganisir.

Contoh penggunaan database server dalam kehidupan sehari-hari:

  • Sistem informasi sekolah (data siswa, guru, nilai).
  • Aplikasi e-commerce (data produk, pelanggan, transaksi).
  • Sistem perbankan (data nasabah, transaksi keuangan).

Lampiran Materi Database Server ASJ Kelas XI-TKJ:

  1. Mengenal Database Server
  2. Instalasi dan Konfigurasi MariaDB
  3. Operasi CRUD
  4. Operasi CRUD dengan PHP

Written by Ucu Suryadi

February 26th, 2025 at 10:08 am

SAS Praktek ASJ Kelas XI TKJ

without comments

Panduan SAS Praktek ASJ kelas XI-TKJ

Panduan SAS Praktek

Written by Ucu Suryadi

December 12th, 2024 at 7:08 pm

Posted in Debian,TKJ,XI-TKJ

SAS Praktek DDKTKJ

without comments

Panduan SAS Praktek DDKTKJ Semester Ganjil 2024-2025 kelas X-TKJ

PANDUAN SAS PRAKTEK

 

Written by Ucu Suryadi

December 10th, 2024 at 10:03 pm

Posted in Debian,nginx,TKJ,X-TKJ

Web Server

without comments

Web server adalah perangkat lunak yang menerima permintaan (request) dari pengguna melalui browser, memprosesnya, dan mengirimkan kembali hasil dalam bentuk halaman web. Web server mengelola komunikasi antara client (browser) dan server (sistem yang menyediakan layanan web).

Web server adalah komponen penting dalam dunia internet yang memungkinkan website diakses oleh pengguna dari berbagai tempat. Setiap kali kita mengunjungi sebuah website, proses pengambilan data dilakukan oleh web server. Dalam pembelajaran ini, kita akan mempelajari bagaimana web server bekerja, apa saja jenis web server yang banyak digunakan, serta cara menginstal dan mengonfigurasinya.

Lampiran

Web Server

Asesmen Pengetahuan (Tugas Soal)

Written by Ucu Suryadi

October 15th, 2024 at 8:41 pm

Posted in Debian,nginx,TKJ,X-TKJ

Tagged with , , ,

Instalasi dan Konfigurasi DNS Bind

without comments

Instalasi dan konfigurasi DNS BIND di dalam sistem operasi Debian 11

Pengertian DNS

DNS (Domain Name System) adalah sistem yang digunakan untuk  menerjemahkan nama domain seperti www.contoh.com menjadi alamat IP (Internet Protocol) seperti 192.168.1.1 yang dapat dibaca oleh komputer. DNS  memungkinkan pengguna mengakses situs web atau layanan online dengan menggunakan nama domain yang mudah diingat, tanpa harus menghafal alamat  IP.

Fungsi dan Manfaat DNS

  1. Mempermudah Akses ke Internet:
    Pengguna tidak perlu mengingat alamat IP, cukup menggunakan nama domain.
  1. Menyederhanakan Pengelolaan Jaringan:
    DNS mempermudah pengelolaan jaringan besar dengan menyediakan sistem terpusat untuk mengelola nama domain dan alamat IP.
  1. Mengurangi Beban Server:
    DNS memungkinkan penyebaran beban ke berbagai server melalui penggunaan berbagai record seperti CNAME dan MX.
  1. Fleksibilitas dalam Perubahan Alamat IP:
    Jika alamat IP sebuah server berubah, DNS dapat diperbarui tanpa mengganggu pengguna akhir.

Cara Kerja DNS

  1. Permintaan DNS:
    Ketika pengguna memasukkan nama domain ke browser, permintaan dikirim ke server DNS lokal (resolver).
  1. Pencarian di Cache:
    Resolver akan memeriksa cache lokal untuk menemukan alamat IP yang sesuai. Jika tidak ditemukan, permintaan akan diteruskan.
  1. Permintaan ke Root DNS:
    Jika alamat tidak ada di cache, permintaan akan dikirim ke server root DNS untuk menemukan DNS server yang berwenang untuk domain tingkat atas (.com, .org, dll.).
  1. Pencarian di Server DNS TLD:
    Setelah mendapat petunjuk dari root server, resolver menghubungi server DNS untuk Top Level Domain (TLD) yang sesuai, yang kemudian memberikan informasi tentang DNS server otoritatif.
  1. Pencarian di Server Otoritatif:
    Server otoritatif memberikan alamat IP yang sesuai dengan nama domain tersebut.
  1. Mengembalikan Alamat IP:
    Resolver mengembalikan alamat IP ke pengguna, dan browser menggunakan alamat IP tersebut untuk mengakses situs.

Jenis-Jenis DNS Record

  1. A (Address Record):
    Menyimpan alamat IP untuk sebuah nama domain (IPv4).
  1. AAAA (IPv6 Address Record):
    Menyimpan alamat IP versi 6 untuk sebuah nama domain.
  1. CNAME (Canonical Name Record):
    Mengarahkan satu domain ke domain lain.
  1. MX (Mail Exchange Record):
    Menentukan server yang menangani email untuk domain tersebut.
  1. NS (Name Server Record):
    Menunjukkan server DNS yang berwenang untuk domain tersebut.
  1. PTR (Pointer Record):
    Melakukan reverse DNS lookup, menghubungkan alamat IP ke nama domain.
  1. TXT (Text Record):
    Menyimpan data teks, biasanya untuk verifikasi domain atau SPF record.

Lampiran

Instalasi dan Konfigurasi DNS Bind

Asesmen Pengetahuan

Written by Ucu Suryadi

September 12th, 2024 at 9:38 pm

Posted in Debian,TKJ,X-TKJ,XI-TKJ

Perintah Dasar Linux

without comments

Perintah dasar Linux umumnya digunakan untuk melakukan manajemen dasar pada sistem operasi  berbasis Linux seperti Debian. Perintah-perintah ini biasanya digunakan untuk:

  1. Manajemen dan navigasi direktori
  2. manajemen dan navigasi file

Contoh dari perintah-perintah tersebut antara lain

  1. pwd [print working direktori] digunakan untuk melihat posisi direktori kita berada
  2. mkdir [make directory] digunakan untuk membuat direktori baru
  3. rmdir nama_direktori[remove directory] digunakan untuk menghapus direktori kosong
  4. rm -rf nama_direktori digunakan untuk menghapus direktori beserta isinya

 

Lampiran

Perintah-Dasar-Linux

 

Written by Ucu Suryadi

September 12th, 2024 at 9:32 pm

Posted in Debian,TKJ,X-TKJ,XI-TKJ

Instalasi Sistem Operasi Debian 11

without comments

Instalasi Sistem Operasi Debian 11 secara virtual menggunakan VMWare Workstation. Modul praktikum ini digunakan untuk pelaksanaaan praktek mata pelajaran Administras Sistem Jaringan Fase F kelas XI-TKJ SMK Mahadhika 4 Jakarta.

Lampiran:

Instalasi Sistem Operasi Debian 11

Vmware

Written by Ucu Suryadi

September 12th, 2024 at 3:15 pm

Posted in Debian,TKJ,X-TKJ,XI-TKJ

Sistem Operasi Jaringan Debian

without comments

Sistem Operasi Jaringan Debian

Debian adalah salah satu distribusi Linux yang paling terkenal dan stabil. Dikenal dengan kestabilan, keamanan, dan manajemen paket yang efisien, Debian digunakan oleh banyak server di seluruh dunia. Debian merupakan proyek komunitas open-source yang dikembangkan oleh para sukarelawan dari berbagai belahan dunia.

 

Fungsi Debian

Server: Debian sering digunakan sebagai sistem operasi untuk server web, database, dan aplikasi.

Desktop: Dengan berbagai lingkungan desktop yang tersedia, Debian juga cocok untuk penggunaan desktop sehari-hari.

Pengembangan: Debian menyediakan berbagai alat dan pustaka yang diperlukan untuk pengembangan perangkat lunak.

Embedded Systems: Debian dapat digunakan pada perangkat embedded seperti router dan perangkat IoT.

Sejarah Singkat dan Versi Debian

Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdock pada tahun 1993. Nama “Debian” diambil dari gabungan nama Ian dan pacarnya saat itu, Debra. Berikut adalah beberapa versi utama Debian:

  1. Debian 1.1 (Buzz) – Rilis pertama yang stabil pada 1996.
  2. Debian 2.1 (Slink) – Dirilis pada 1999.
  3. Debian 3.0 (Woody) – Dirilis pada 2002.
  4. Debian 4.0 (Etch) – Dirilis pada 2007.
  5. Debian 5.0 (Lenny) – Dirilis pada 2009.
  6. Debian 6.0 (Squeeze) – Dirilis pada 2011.
  7. Debian 7.0 (Wheezy) – Dirilis pada 2013.
  8. Debian 8.0 (Jessie) – Dirilis pada 2015.
  9. Debian 9.0 (Stretch) – Dirilis pada 2017.
  10. Debian 10.0 (Buster) – Dirilis pada 2019.
  11. Debian 11.0 (Bullseye) – Dirilis pada 2021.
  12. Debian 12.0 (Bookworm) – Dirilis pada 2023.

Kelebihan Debian

Stabilitas: Debian dikenal karena stabilitasnya yang tinggi, sehingga sering digunakan pada server produksi.

Keamanan: Pembaruan keamanan yang cepat dan manajemen paket yang baik menjadikan Debian sebagai pilihan yang aman.

Komunitas: Komunitas yang besar dan aktif menyediakan dukungan dan dokumentasi yang luas.

Manajemen Paket: Sistem manajemen paket yang kuat dengan APT (Advanced Package Tool) memudahkan instalasi dan pemeliharaan perangkat lunak.

Ketersediaan: Tersedia untuk berbagai arsitektur perangkat keras, termasuk x86, ARM, dan lainnya.

Kelebihan Debian Dibandingkan Sistem Operasi Lain

Gratis dan Open-Source: Debian adalah 100% gratis dan berbasis open-source, berbeda dengan beberapa sistem operasi lain yang memerlukan lisensi berbayar.

Kompatibilitas: Mendukung banyak arsitektur dan perangkat keras, lebih banyak dibandingkan beberapa distribusi Linux lainnya.

Stabilitas Jangka Panjang: Siklus rilis yang lebih panjang dan fokus pada stabilitas membuat Debian ideal untuk server dan sistem yang memerlukan uptime tinggi.

Paket Software yang Luas: Repositori Debian memiliki lebih dari 50.000 paket perangkat lunak, menyediakan berbagai aplikasi yang siap digunakan.

Cara Mendapatkan Debian

Download dari Situs Resmi:

  • Kunjungi situs resmi Debian di [debian.org](https://www.debian.org).
  • Pilih versi Debian yang diinginkan dan unduh file ISO.

Menggunakan Torrent:

  • Unduh file torrent dari situs resmi Debian dan gunakan aplikasi torrent untuk mengunduh file ISO.

Pembelian Media Fisik:

  • Beberapa penyedia layanan menjual CD/DVD atau USB berisi installer Debian.

Instalasi melalui Netinstall:

  • Unduh versi netinstall yang lebih kecil dan instalasi akan mengunduh paket-paket yang diperlukan dari internet selama proses instalasi.

 

Lembar Kerja Siswa

https://forms.gle/LWsu5E2T8Rtx6YWQ9

 

 

Written by Ucu Suryadi

July 25th, 2024 at 9:00 am

Posted in Debian,TKJ,XI-TKJ

Membuat User SFTP Di Debian 11

without comments

Membuat user SFTP (SSH File Transfer Protocol) di Debian 11.

Langkah 1 – Membuat User

$ sudo useradd --shell /bin/false sftpakses

Langkah 2 – Membuat direktori

$ sudo mkdir -p /var/sftp/berkas
$ sudo chown root:root /var/sftp
$ sudo chmod 755 /var/sftp
$ sudo chown sftpakses:sftpakses /var/sftp/berkas

Langkah 3 – Konfigurasi sshd untuk SFTP

$ sudo nano /ets/ssh/sshd_config

Tambahkan konfigurasi berikut

# override default of no subsystems
Subsystem sftp internal-sftp

Match User sftpakses
    ForceCommand internal-sftp
    PasswordAuthentication yes
    ChrootDirectory /var/sftp
    PermitTunnel no
    AllowAgentForwarding no
    AllowTcpForwarding no
    X11Forwarding no

Restart service

$ sudo systemctl restart ssh

Langkah 4 – Konek ke SFTP

Gunakan aplikasi seperti Filezilla atau WinSCP untuk konek ke SFTP server.

 

Written by Ucu Suryadi

August 31st, 2023 at 3:42 pm

Posted in Debian